Tamimah atau jimat,pada masa jahiliyyah adalah sesuatu yang digantungkan atau dikalungkan pada anak kecil atau binatang untuk mengusir dan menolak bala’ ,namun hakikat tamimah tidak terbatas pada bentuk dan kasus tertentu,akan tetapi mencakup smua benda dari bahan apapun , baik itu yang di pakai, di kalungkan , maupun di gantungkan.

Di tinjau dari bentuknya,tamimah atau jimat terbagi menjadi dua,yaitu jimat yang berupa Al-quran dan non Al-quran .

1 . jika jimat dari al-quran , maka kalangan sahabat dan tabi’in , berbeda pendapat tentang hukumnya,namun yang rojih dan benar bahwa hal itu pun tetap tidak boleh dan harom,meskipun hal tersebut tidak sampai derajat syirik, karena ia masih bersandar kepada Kalamulloh,dan bukan kepda makhluq.

ada tiga alasan mengapa jimat dari al-quran pun tidak boleh dan tetap harom.

a . Keumuman dalil larangan jimat dan tidak ada dalil yang mengkhususkannya,dan begitu juga Rasululloh tidak pernah mengecualikan.

b . Akan dapat menimbulkan pelecehan terhadap al-quran ,karena jimat tersebut akan tetap dipakai ketika buang air,dan lain sebagainya.

c . akan menimbulkan peluang untuk berbuat kesyirikan , dimana di khawatirkan terdapat penggunaan jimat dari yang bukan dari Al-quran, maka wajib di cegah timbulnya kesyirikan.

2. jika jimat dari selain dari Al-quran,maka hukumnya harom karena ia termasuk bentuk kesyirikan, besar dan kecilnya tergantung daripada keyakinannya terhadapnya.